Jumat, 28 Juni 2013

KESATRIA..

KESATRIA


Izinkan aku untuk menceritakan sebuah kisah yang belum pernah aku ceritakan kepada siapapun

Bahkan aku tidak mengerti apakah cerita ini layak untuk ku ceritakan apa tidak

Sudah berkali-kali aku mencoba untuk menghapusnya dari kepala ku

Tapi, tetap tidak ada hasilnya..


Cerita ini dimulai ketika ada seseorang yang memberikan sekumpulan energi negatif kepada ku

Aku rasa kalian juga sering menemukan orang seperti itu

Dan tentu saja semua orang memiliki caranya sendiri untuk menghadapi orang semacam itu


Sangat banyak energi negatif yang diberikan olehnya

Seperti.. “Bisakah kau melakukannya?” atau “Kau harus menjadi orang lain untuk dapat melakukannya!”

Dan saat itu pun aku hanya bisa terdiam dan mulai melihat diri ku sendiri dicermin yang sepertinya
 tidak memperlihatkan diri ku yang sebenarnya

Sekumpulan foto masa kecil ku yang tersimpan rapih didalam dompetku kini sudah ku pegang dan ku pandangi

Dan berjuta pertanyaan pun mulai bermunculan

Seperti.. “Kemana pria yang memegang gitar coklat itu? Apa aku masih orang yang sama dengan pria bergitar coklat itu?”


Dan kini aku tersadar, ada beberapa hal dari ku yang tidak mungkin aku dapatkan lagi

Yaitu kehidupan anak laki-laki yang kini tumbuh dengan sangat cepatnya


Sekarang semua  pengorbanan dan kejujuran ku telah terbukti

Tidak ada lagi hujatan yang menyiksa batin hingga membuat ku tidak yakin untuk melangkah

Dulu aku memang seseorang yang mudah di hancurkan, tapi sekarang..


 Lihat aku sekarang..

Seorang kesatria yang kini memakai bau bajanya

Seorang kesatria yang memiliki kekuatan melebihi apa yang kau fikirkan

Dan perasaan yang ku miliki kini.. percayalah tidak akan ada yang mampu menghancurkannya

Lihat aku sekarang..

Seorang kesatria yang tidak akan bisa kau sakiti lagi..


CREATED BY
ARIEF DANANTO

Yang mau COPY  Sertain NAMA  SUMBERNYA YAA




Kamis, 27 Juni 2013

Real Live

Real Live

Aku memang belum mengerti dengan apa yang dinamakan cinta
Bahkan aku tidak mengerti kenapa hal itu selalu datang tiba-tiba
Tanpa perencanaan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya
Mereka yang merasakannya, hanya menyusurinya seperti air yang mengalir
Meskipun mereka tidak ingin.. tidak pernah ada jalan keluar..

Snow white pernah berkata “One day, my prince will come..”
Dan ia pun menunggu untuk waktu yang tepat itu
Tapi, apakah kehidupan nyata semudah itu?

Kenapa ini tidak dibuat semudah di negri dongeng?
Oh ya, aku tau jawabannya..
Karena apabila ini dibuat seperti negri dongeng, harus lebih dramatic dan cinematic dengan ending yang sempurna kebahagiannya.
Bodohnya aku yang selalu memikirkan tentang dunia dongeng
Memikirkan apa yang tidak bisa aku lakukan

Tapi tenanglah karena aku tau kamu sedang menunggu kedatangan ku
Dan ketika itu terjadi
Semuanya akan kembali merekah..
Tidak akan ada yang menyesal dan tidak ada lagi yang akan terus melihat kebelakang
Karena kenyataan akan lebih membahagiakan dari pada hanya sekedar dunia dongeng...

CREATED BY
ARIEF DANANTO

yang mau COPY  sertain nama SUMBERNYA YA..



DREAM..

Dream

Aku sudah meneteskan tinta ku di selembar kertas putih nan usam

Satu-satunya yang aku inginkan hanyalah untuk bisa mendapatkan pengakuan

Namun, sangat sulit untuk dapat berbicara lebih keras dari orang lain hanya untuk bisa di dengar

Yang kebanyakan mereka ucapkan adalah karya mu jelek dan yang lainnya

Aku rasa mereka tidak tau bagaimana rasanya menghasilkan sebuah karya menggunakan hati dan perasaan

Karena yang mereka fikirkan hanyalah fikiran rasional mereka saja

Aku berdiri disini bukanlah untuk dikasihani

Aku berdiri disini saat ini hanya untuk mengingatkan kalian bahwa masih ada orang yang terus mengikuti 
mimpi besar mereka hingga sekarang


Dan yakin lah apabila mereka ada bukan hanya sekedar untuk dikenal, tapi untuk dihargai...

CREATED BY
ARIEF DANANTO

yang mau COPY tolong sertakan nama SUMBER YA..

Rabu, 26 Juni 2013

Dear Pria Pujaan Ku..

Dear Pria Pujaan Ku

          Hei kamu yang pasti selalu memikirkan ku ditempat yang berbeda dengan tempat ku sekarang.. apa kabar kamu disana? Aku harap baik-baik saja.. oh ya, bagaimana dengan pengganti ku? Apa kamu sudah mendapatkannya?

          Hmm.. sudahlah, jangan terlalu memikirkan aku.. siapa saja yang akan menjadi pengganti ku dan akan mendampingi mu kelak, aku pasti akan setuju dan ikut mendoakan mu bersamanya..

          Mungkin aku memang bukanlah yang ditakdirkan tuhan untuk dapat menemani mu selama kamu hidup didunia.. tapi aku sudah menjadi wanita yang beruntung karena bisa dipertemukan dengan pria yang selalu menjaga ku hingga aku kembali seperti sekarang..

          Maafkan aku ya apabila aku belum bisa menjadi apa yang kamu inginkan sepenuhnya.. maafkan aku apabila saat itu aku sudah membuang-buang waktu mu hanya untuk mendengarkan semua kisah ku, seakan-akan aku adalah masa depan mu kelak..

          Aku ingat saat pertama kali kita bertemu.. saat kamu memberikan ku bunga mawar yang kau  beli ditoko bunga ku.. saat itu juga aku mulai merasa tertarik kepada mu..

          “bisa aku membeli setangkai mawar merah ini?” kata mu yang terlihat sedikit gugup itu.

          “ya tentu saja, laki-laki muda seperti mu membeli setangkai bunga mawar. Hmm.. siapa peremuan beruntung itu?”

          “Kamu...”

          Apa kamu tau apa yang aku rasakan saat itu? Pasti lah sama seperti apa yang dirasakan oleh wanita-wanita lain yang juga sedang jatuh cinta..

          Hmm.. aku selalu menanti kehadiran mu disaat setelah langit mengeluarkan kesedihannya.. tapi kenapa tatapan yang aku lihat terpancar dari ke dua mata mu kini mulai tertutupi dengan segumpal kesedihan yang hingga kini belum meluruh..

          Aku mohon jangan buat aku semakin merasa bersalah, aku sudah salah dengan membiarkan kamu mencintai dan mengasihiku. Aku juga salah ketika aku tidak mengakhiri hubungan ini sebelum hal yang benar-benar aku takuti ini terjadi..

          Sudah sangat amat berbeda jarak diantara kita.. tidak akan ada yang mungkin bisa bersentuhan satu sama lain.. hangatnya pelukan mu, lembutnya kecupan mu dipundak ku, dan besarnya perhatian yang sudah kamu berikan kepada ku tidak akan mungkin bisa aku rasakan lagi..

          Dan kini yang tersimpan hanyalah kenangan dan perasaan yang tidak akan mungkin dapat ditafsirkan oleh siapapun.

          Tuhan.. aku mohon jangalah pria pujaan ku ini, pria yang sama yang selalu memberikan ku kehangatan disaat aku merasakan dingin yang teramat sangat, pria yang selalu menyeka air mata yang keluar dari ke dua mata ini, pria yang selalu menceriakan hari-hari ku ketika aku merasa kesepian didalam keramaian..

          Mungkin aku memang sudah tidak bisa hadir secara langsung didalam hari-hari mu, tapi aku akan tetap selalu berada dihati mu .. 
tapi aku janji, aku tidak akan menempati hati mu lagi ketika pujaan mu yang baru datang dan biarkan aku yang akan menyimpan semua kenangan kita sendiri..

Aku rela..

Created by

Arief  dananto

yang mau COPY tolong sertain nama SUMBER Ya.. 

Dear Wanita Pujaan Ku..

          Dear Wanita  Pujaan  Ku

          Bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kamu bahagia disana? Oh iya, bagaimana dengan senyuman terbaik mu? aku harap jarak yang menghalangi keberadaan kita sekarang tidak membuat senyum yang terlukis diwajah mu semakin pudar dan akhirnya hilang...

          Apa kamu ingat waktu kita bersama-sama menghitung rintik hujan? Hingga pelangi akhirnya muncul..

          Aku masih sering melakukan kebiasaan itu, tapi aku tidak pernah tau kenapa langit tidak lagi mengeluarkan keceriaan pelangi sehabis melunturkan kesedihannya..

          Apa mereka juga merasa kehilangan mu?

          Ah sudahlah, aku tidak ingin membuat mu sedih disana... kira-kira apa ya yang sedang kamu lakukan? apa kamu masih sering  merasa sepi didalam keramaian seperti saat kita berdua? Mmm.. aku rasa tidak, karena aku yakin kamu sudah mendapatkan banyak teman baru ditempat mu sekarang.

          Dan apa kamu ingat pertemuan terakhir kita sebelum kepergian mu? saat kamu memberikan kotak hadiah yang sama dengan kotak hadiah yang aku berikan pada hari jadi kita yang pertama dihari ulang tahun ku..

          Saat aku membukanya , yang terlukis dibenak ku hanyalah “Apa maksud dari semua ini?”. Dan pertanyaan ku pun terjawab setelah kamu memberikan penjelasan yang terlontar dari bibir mu yang mulai terlihat pucat itu.

          “Aku  berikan tiga baju yang sesuai dengan warna-warna kesukaan kita. Merah, kuning, dan hijau, warna-warna yang  sama yang selalu kita tunggu setelah melihat kesedihan langit dikala berdua.. mungkin baju-baju ini  sama sekali tidak berharga, tapi aku ingin kau menyimpannya .. merah untuk ulang tahun mu kali ini, kuning untuk ulang tahun mu tahun depan, dan  hijau untuk ulang tahun mu tiga taun kedepan.”

          Dan jutaan pertanyaan pun kini mulai semakin berkecamuk difikiran ku, dengan kebingungan yang belum terjawab, aku pun memberanikan diri untuk mencari sendiri jawabannya.

          “Lalu, bagaimana dengan ulang tahun ku pada tahun--tahun berikutnya?”

          Oh tuhan.. aku masih bisa merasakan hangatnya pelukan wanita pujaan ku setelah aku menyelesaikan kalimat terakhir ku.

          “Tenang saja, ulang tahun mu yang berikutnya.. pasti akan diisi oleh wanita yang akan menemani mu seterusnya.. maafkan aku apabila aku belum bisa memberikan sesuatu yang akan membahagiakan mu seterusnya.. tapi, tolong percayalah bahwa aku sudah berusaha untuk itu..”

          Apa kamu tau perasaan ku setelah aku mendengar pernyataan mu? seperti tersambar petir rasanya.. Jujur, aku sempat berfikir bahwa kamu akan mengakhiri hubungan kita saat ini..

          Dan sepertinya kenyataannya memanglah seperti itu..

          Apabila saat itu  aku tau bahwa itu adalah harinya.. aku rasa aku akan lebih memilih untuk mengunci mu didalam kamar agar kamu tidak berlari ke balcon untuk menghitung rintik hujan pada malam hari..

          Bodohnya aku yang tidak bisa menahan keinginan orang yang paling aku kasihi..

          “Hey!! Untuk apa kamu disana? Ayo masuk.” Kata ku yang tidak bisa mereaalisasikannya dengan tindakan.

          “Hahaha.. ayolah, bukankah ini kebiasaan yang selalu kita lakukan? menghitung rintik hujan. Temanilah aku melakukannya karena kedepannya kamu tidak akan tau siapa yang akan menemani mu untuk menghitungnya lagi..”

          Hhmmm.. aku rasa kamu tidak tau berapa ratus juta pertanyaan yang ada  dibenak ku setelah kamu menjawab pertanyaan ku..

          Aku ingat apa yang kamu katakan  sesaat sebelum kamu mengakhirinya..

          “kemana pelangi itu? Apa mereka tidak ingin lagi menemui kita seperti biasanya? Apa mereka juga berada didalam kesedihan hingga tidak mampu mengeluarkan kebahagiannya?”

          “tenang lah di pelukan ku.. aku yakin pelangi akan datang sebentar lagi  dan merubah semuanya..”

          “oh ya.. bolehkah aku memejamkan mata sejenak dipelukan mu untuk menunggu pelangi tiba?”

          “kapan aku pernah melarang mu?”

          Nafas ku pun mulai ku hela, air mata pun mulai ku seka, dekapan ku pun mulai aku eratkan, dan aku pun mulai melihat langit untuk mencari keajaiban.. tuhan, aku belum siap menerimanya..

          Menerima kenyataan kalau dia tidak akan lagi menemani hari-hari ku.. dan apa ini jawaban kenapa pelangi tidak muncul kali ini? Yaitu karena dia akan meninggalkan kehidupan ini selamanya dan tidak akan ada lagi yang memperhatikan kehadiran mu?

          Sekarang aku tau apa arti jawaban-jawaban dari semua ucapannya akhir-akhir ini.. tapi, kenapa harus secepat ini? Tidak adakah kesempatan kedua untuknya? Atau apabila aku harus menukar semua kehidupan ku dengan dia, aku rela.. aku akan lakukan itu..

          Sudahlah tidak akan ada gunanya meratapi kesedihan.. aku mohon, jagalah dia.. dia wanita pujaan ku.. dia yang selalu menanti kedatangan pelangi sesaat setelah rintik hujan turun.. jadikan dia pelangi yang akan menggantikan tugas pelangi sebelumnya, agar banyak orang yang akan mengenangnya dan tidak akan merasa kehilangan lagi.

Created By :
Arief Dananto

yang mau COPY tolong sertakan nama SUMBER YA..