Rabu, 26 Juni 2013

Dear Pria Pujaan Ku..

Dear Pria Pujaan Ku

          Hei kamu yang pasti selalu memikirkan ku ditempat yang berbeda dengan tempat ku sekarang.. apa kabar kamu disana? Aku harap baik-baik saja.. oh ya, bagaimana dengan pengganti ku? Apa kamu sudah mendapatkannya?

          Hmm.. sudahlah, jangan terlalu memikirkan aku.. siapa saja yang akan menjadi pengganti ku dan akan mendampingi mu kelak, aku pasti akan setuju dan ikut mendoakan mu bersamanya..

          Mungkin aku memang bukanlah yang ditakdirkan tuhan untuk dapat menemani mu selama kamu hidup didunia.. tapi aku sudah menjadi wanita yang beruntung karena bisa dipertemukan dengan pria yang selalu menjaga ku hingga aku kembali seperti sekarang..

          Maafkan aku ya apabila aku belum bisa menjadi apa yang kamu inginkan sepenuhnya.. maafkan aku apabila saat itu aku sudah membuang-buang waktu mu hanya untuk mendengarkan semua kisah ku, seakan-akan aku adalah masa depan mu kelak..

          Aku ingat saat pertama kali kita bertemu.. saat kamu memberikan ku bunga mawar yang kau  beli ditoko bunga ku.. saat itu juga aku mulai merasa tertarik kepada mu..

          “bisa aku membeli setangkai mawar merah ini?” kata mu yang terlihat sedikit gugup itu.

          “ya tentu saja, laki-laki muda seperti mu membeli setangkai bunga mawar. Hmm.. siapa peremuan beruntung itu?”

          “Kamu...”

          Apa kamu tau apa yang aku rasakan saat itu? Pasti lah sama seperti apa yang dirasakan oleh wanita-wanita lain yang juga sedang jatuh cinta..

          Hmm.. aku selalu menanti kehadiran mu disaat setelah langit mengeluarkan kesedihannya.. tapi kenapa tatapan yang aku lihat terpancar dari ke dua mata mu kini mulai tertutupi dengan segumpal kesedihan yang hingga kini belum meluruh..

          Aku mohon jangan buat aku semakin merasa bersalah, aku sudah salah dengan membiarkan kamu mencintai dan mengasihiku. Aku juga salah ketika aku tidak mengakhiri hubungan ini sebelum hal yang benar-benar aku takuti ini terjadi..

          Sudah sangat amat berbeda jarak diantara kita.. tidak akan ada yang mungkin bisa bersentuhan satu sama lain.. hangatnya pelukan mu, lembutnya kecupan mu dipundak ku, dan besarnya perhatian yang sudah kamu berikan kepada ku tidak akan mungkin bisa aku rasakan lagi..

          Dan kini yang tersimpan hanyalah kenangan dan perasaan yang tidak akan mungkin dapat ditafsirkan oleh siapapun.

          Tuhan.. aku mohon jangalah pria pujaan ku ini, pria yang sama yang selalu memberikan ku kehangatan disaat aku merasakan dingin yang teramat sangat, pria yang selalu menyeka air mata yang keluar dari ke dua mata ini, pria yang selalu menceriakan hari-hari ku ketika aku merasa kesepian didalam keramaian..

          Mungkin aku memang sudah tidak bisa hadir secara langsung didalam hari-hari mu, tapi aku akan tetap selalu berada dihati mu .. 
tapi aku janji, aku tidak akan menempati hati mu lagi ketika pujaan mu yang baru datang dan biarkan aku yang akan menyimpan semua kenangan kita sendiri..

Aku rela..

Created by

Arief  dananto

yang mau COPY tolong sertain nama SUMBER Ya.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar