Dear
Pria Pujaan Ku
Hei kamu yang pasti selalu memikirkan
ku ditempat yang berbeda dengan tempat ku sekarang.. apa kabar kamu disana? Aku
harap baik-baik saja.. oh ya, bagaimana dengan pengganti ku? Apa kamu sudah
mendapatkannya?
Hmm.. sudahlah, jangan terlalu
memikirkan aku.. siapa saja yang akan menjadi pengganti ku dan akan mendampingi
mu kelak, aku pasti akan setuju dan ikut mendoakan mu bersamanya..
Mungkin aku memang bukanlah yang
ditakdirkan tuhan untuk dapat menemani mu selama kamu hidup didunia.. tapi aku
sudah menjadi wanita yang beruntung karena bisa dipertemukan dengan pria yang
selalu menjaga ku hingga aku kembali seperti sekarang..
Maafkan aku ya apabila aku belum bisa
menjadi apa yang kamu inginkan sepenuhnya.. maafkan aku apabila saat itu aku
sudah membuang-buang waktu mu hanya untuk mendengarkan semua kisah ku,
seakan-akan aku adalah masa depan mu kelak..
Aku ingat saat pertama kali kita
bertemu.. saat kamu memberikan ku bunga mawar yang kau beli ditoko bunga ku.. saat itu juga aku
mulai merasa tertarik kepada mu..
“bisa aku membeli setangkai mawar
merah ini?” kata mu yang terlihat sedikit gugup itu.
“ya tentu saja, laki-laki muda seperti
mu membeli setangkai bunga mawar. Hmm.. siapa peremuan beruntung itu?”
“Kamu...”
Apa kamu tau apa yang aku rasakan saat
itu? Pasti lah sama seperti apa yang dirasakan oleh wanita-wanita lain yang
juga sedang jatuh cinta..
Hmm.. aku selalu menanti kehadiran mu
disaat setelah langit mengeluarkan kesedihannya.. tapi kenapa tatapan yang aku
lihat terpancar dari ke dua mata mu kini mulai tertutupi dengan segumpal
kesedihan yang hingga kini belum meluruh..
Aku mohon jangan buat aku semakin
merasa bersalah, aku sudah salah dengan membiarkan kamu mencintai dan
mengasihiku. Aku juga salah ketika aku tidak mengakhiri hubungan ini sebelum
hal yang benar-benar aku takuti ini terjadi..
Sudah sangat amat berbeda jarak
diantara kita.. tidak akan ada yang mungkin bisa bersentuhan satu sama lain..
hangatnya pelukan mu, lembutnya kecupan mu dipundak ku, dan besarnya perhatian
yang sudah kamu berikan kepada ku tidak akan mungkin bisa aku rasakan lagi..
Dan kini yang tersimpan hanyalah
kenangan dan perasaan yang tidak akan mungkin dapat ditafsirkan oleh siapapun.
Tuhan.. aku mohon jangalah pria pujaan
ku ini, pria yang sama yang selalu memberikan ku kehangatan disaat aku
merasakan dingin yang teramat sangat, pria yang selalu menyeka air mata yang
keluar dari ke dua mata ini, pria yang selalu menceriakan hari-hari ku ketika
aku merasa kesepian didalam keramaian..
Mungkin aku memang sudah tidak bisa
hadir secara langsung didalam hari-hari mu, tapi aku akan tetap selalu berada
dihati mu ..
tapi aku janji, aku tidak akan menempati hati mu lagi ketika
pujaan mu yang baru datang dan biarkan aku yang akan menyimpan semua kenangan
kita sendiri..
Aku
rela..
Created
by
Arief dananto
yang mau COPY tolong sertain nama SUMBER Ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar