Rabu, 26 Juni 2013

Dear Wanita Pujaan Ku..

          Dear Wanita  Pujaan  Ku

          Bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kamu bahagia disana? Oh iya, bagaimana dengan senyuman terbaik mu? aku harap jarak yang menghalangi keberadaan kita sekarang tidak membuat senyum yang terlukis diwajah mu semakin pudar dan akhirnya hilang...

          Apa kamu ingat waktu kita bersama-sama menghitung rintik hujan? Hingga pelangi akhirnya muncul..

          Aku masih sering melakukan kebiasaan itu, tapi aku tidak pernah tau kenapa langit tidak lagi mengeluarkan keceriaan pelangi sehabis melunturkan kesedihannya..

          Apa mereka juga merasa kehilangan mu?

          Ah sudahlah, aku tidak ingin membuat mu sedih disana... kira-kira apa ya yang sedang kamu lakukan? apa kamu masih sering  merasa sepi didalam keramaian seperti saat kita berdua? Mmm.. aku rasa tidak, karena aku yakin kamu sudah mendapatkan banyak teman baru ditempat mu sekarang.

          Dan apa kamu ingat pertemuan terakhir kita sebelum kepergian mu? saat kamu memberikan kotak hadiah yang sama dengan kotak hadiah yang aku berikan pada hari jadi kita yang pertama dihari ulang tahun ku..

          Saat aku membukanya , yang terlukis dibenak ku hanyalah “Apa maksud dari semua ini?”. Dan pertanyaan ku pun terjawab setelah kamu memberikan penjelasan yang terlontar dari bibir mu yang mulai terlihat pucat itu.

          “Aku  berikan tiga baju yang sesuai dengan warna-warna kesukaan kita. Merah, kuning, dan hijau, warna-warna yang  sama yang selalu kita tunggu setelah melihat kesedihan langit dikala berdua.. mungkin baju-baju ini  sama sekali tidak berharga, tapi aku ingin kau menyimpannya .. merah untuk ulang tahun mu kali ini, kuning untuk ulang tahun mu tahun depan, dan  hijau untuk ulang tahun mu tiga taun kedepan.”

          Dan jutaan pertanyaan pun kini mulai semakin berkecamuk difikiran ku, dengan kebingungan yang belum terjawab, aku pun memberanikan diri untuk mencari sendiri jawabannya.

          “Lalu, bagaimana dengan ulang tahun ku pada tahun--tahun berikutnya?”

          Oh tuhan.. aku masih bisa merasakan hangatnya pelukan wanita pujaan ku setelah aku menyelesaikan kalimat terakhir ku.

          “Tenang saja, ulang tahun mu yang berikutnya.. pasti akan diisi oleh wanita yang akan menemani mu seterusnya.. maafkan aku apabila aku belum bisa memberikan sesuatu yang akan membahagiakan mu seterusnya.. tapi, tolong percayalah bahwa aku sudah berusaha untuk itu..”

          Apa kamu tau perasaan ku setelah aku mendengar pernyataan mu? seperti tersambar petir rasanya.. Jujur, aku sempat berfikir bahwa kamu akan mengakhiri hubungan kita saat ini..

          Dan sepertinya kenyataannya memanglah seperti itu..

          Apabila saat itu  aku tau bahwa itu adalah harinya.. aku rasa aku akan lebih memilih untuk mengunci mu didalam kamar agar kamu tidak berlari ke balcon untuk menghitung rintik hujan pada malam hari..

          Bodohnya aku yang tidak bisa menahan keinginan orang yang paling aku kasihi..

          “Hey!! Untuk apa kamu disana? Ayo masuk.” Kata ku yang tidak bisa mereaalisasikannya dengan tindakan.

          “Hahaha.. ayolah, bukankah ini kebiasaan yang selalu kita lakukan? menghitung rintik hujan. Temanilah aku melakukannya karena kedepannya kamu tidak akan tau siapa yang akan menemani mu untuk menghitungnya lagi..”

          Hhmmm.. aku rasa kamu tidak tau berapa ratus juta pertanyaan yang ada  dibenak ku setelah kamu menjawab pertanyaan ku..

          Aku ingat apa yang kamu katakan  sesaat sebelum kamu mengakhirinya..

          “kemana pelangi itu? Apa mereka tidak ingin lagi menemui kita seperti biasanya? Apa mereka juga berada didalam kesedihan hingga tidak mampu mengeluarkan kebahagiannya?”

          “tenang lah di pelukan ku.. aku yakin pelangi akan datang sebentar lagi  dan merubah semuanya..”

          “oh ya.. bolehkah aku memejamkan mata sejenak dipelukan mu untuk menunggu pelangi tiba?”

          “kapan aku pernah melarang mu?”

          Nafas ku pun mulai ku hela, air mata pun mulai ku seka, dekapan ku pun mulai aku eratkan, dan aku pun mulai melihat langit untuk mencari keajaiban.. tuhan, aku belum siap menerimanya..

          Menerima kenyataan kalau dia tidak akan lagi menemani hari-hari ku.. dan apa ini jawaban kenapa pelangi tidak muncul kali ini? Yaitu karena dia akan meninggalkan kehidupan ini selamanya dan tidak akan ada lagi yang memperhatikan kehadiran mu?

          Sekarang aku tau apa arti jawaban-jawaban dari semua ucapannya akhir-akhir ini.. tapi, kenapa harus secepat ini? Tidak adakah kesempatan kedua untuknya? Atau apabila aku harus menukar semua kehidupan ku dengan dia, aku rela.. aku akan lakukan itu..

          Sudahlah tidak akan ada gunanya meratapi kesedihan.. aku mohon, jagalah dia.. dia wanita pujaan ku.. dia yang selalu menanti kedatangan pelangi sesaat setelah rintik hujan turun.. jadikan dia pelangi yang akan menggantikan tugas pelangi sebelumnya, agar banyak orang yang akan mengenangnya dan tidak akan merasa kehilangan lagi.

Created By :
Arief Dananto

yang mau COPY tolong sertakan nama SUMBER YA..



          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar