Dear
Wanita Pujaan Ku
Bagaimana
keadaan mu sekarang? Apa kamu bahagia disana? Oh iya, bagaimana dengan senyuman
terbaik mu? aku harap jarak yang menghalangi keberadaan kita sekarang tidak
membuat senyum yang terlukis diwajah mu semakin pudar dan akhirnya hilang...
Apa
kamu ingat waktu kita bersama-sama menghitung rintik hujan? Hingga pelangi
akhirnya muncul..
Aku
masih sering melakukan kebiasaan itu, tapi aku tidak pernah tau kenapa langit
tidak lagi mengeluarkan keceriaan pelangi sehabis melunturkan kesedihannya..
Apa
mereka juga merasa kehilangan mu?
Ah
sudahlah, aku tidak ingin membuat mu sedih disana... kira-kira apa ya yang
sedang kamu lakukan? apa kamu masih sering
merasa sepi didalam keramaian seperti saat kita berdua? Mmm.. aku rasa
tidak, karena aku yakin kamu sudah mendapatkan banyak teman baru ditempat mu
sekarang.
Dan
apa kamu ingat pertemuan terakhir kita sebelum kepergian mu? saat kamu
memberikan kotak hadiah yang sama dengan kotak hadiah yang aku berikan pada
hari jadi kita yang pertama dihari ulang tahun ku..
Saat
aku membukanya , yang terlukis dibenak ku hanyalah “Apa maksud dari semua
ini?”. Dan pertanyaan ku pun terjawab setelah kamu memberikan penjelasan yang
terlontar dari bibir mu yang mulai terlihat pucat itu.
“Aku berikan tiga baju yang sesuai dengan
warna-warna kesukaan kita. Merah, kuning, dan hijau, warna-warna yang sama yang selalu kita tunggu setelah melihat
kesedihan langit dikala berdua.. mungkin baju-baju ini sama sekali tidak berharga, tapi aku ingin
kau menyimpannya .. merah untuk ulang tahun mu kali ini, kuning untuk ulang
tahun mu tahun depan, dan hijau untuk
ulang tahun mu tiga taun kedepan.”
Dan
jutaan pertanyaan pun kini mulai semakin berkecamuk difikiran ku, dengan
kebingungan yang belum terjawab, aku pun memberanikan diri untuk mencari
sendiri jawabannya.
“Lalu,
bagaimana dengan ulang tahun ku pada tahun--tahun berikutnya?”
Oh
tuhan.. aku masih bisa merasakan hangatnya pelukan wanita pujaan ku setelah aku
menyelesaikan kalimat terakhir ku.
“Tenang
saja, ulang tahun mu yang berikutnya.. pasti akan diisi oleh wanita yang akan
menemani mu seterusnya.. maafkan aku apabila aku belum bisa memberikan sesuatu
yang akan membahagiakan mu seterusnya.. tapi, tolong percayalah bahwa aku sudah
berusaha untuk itu..”
Apa
kamu tau perasaan ku setelah aku mendengar pernyataan mu? seperti tersambar
petir rasanya.. Jujur, aku sempat berfikir bahwa kamu akan mengakhiri hubungan
kita saat ini..
Dan
sepertinya kenyataannya memanglah seperti itu..
Apabila
saat itu aku tau bahwa itu adalah
harinya.. aku rasa aku akan lebih memilih untuk mengunci mu didalam kamar agar
kamu tidak berlari ke balcon untuk menghitung rintik hujan pada malam hari..
Bodohnya
aku yang tidak bisa menahan keinginan orang yang paling aku kasihi..
“Hey!!
Untuk apa kamu disana? Ayo masuk.” Kata ku yang tidak bisa mereaalisasikannya
dengan tindakan.
“Hahaha..
ayolah, bukankah ini kebiasaan yang selalu kita lakukan? menghitung rintik
hujan. Temanilah aku melakukannya karena kedepannya kamu tidak akan tau siapa
yang akan menemani mu untuk menghitungnya lagi..”
Hhmmm..
aku rasa kamu tidak tau berapa ratus juta pertanyaan yang ada dibenak ku setelah kamu menjawab pertanyaan
ku..
Aku
ingat apa yang kamu katakan sesaat
sebelum kamu mengakhirinya..
“kemana
pelangi itu? Apa mereka tidak ingin lagi menemui kita seperti biasanya? Apa
mereka juga berada didalam kesedihan hingga tidak mampu mengeluarkan
kebahagiannya?”
“tenang
lah di pelukan ku.. aku yakin pelangi akan datang sebentar lagi dan merubah semuanya..”
“oh
ya.. bolehkah aku memejamkan mata sejenak dipelukan mu untuk menunggu pelangi
tiba?”
“kapan
aku pernah melarang mu?”
Nafas
ku pun mulai ku hela, air mata pun mulai ku seka, dekapan ku pun mulai aku
eratkan, dan aku pun mulai melihat langit untuk mencari keajaiban.. tuhan, aku
belum siap menerimanya..
Menerima
kenyataan kalau dia tidak akan lagi menemani hari-hari ku.. dan apa ini jawaban
kenapa pelangi tidak muncul kali ini? Yaitu karena dia akan meninggalkan
kehidupan ini selamanya dan tidak akan ada lagi yang memperhatikan kehadiran
mu?
Sekarang
aku tau apa arti jawaban-jawaban dari semua ucapannya akhir-akhir ini.. tapi,
kenapa harus secepat ini? Tidak adakah kesempatan kedua untuknya? Atau apabila
aku harus menukar semua kehidupan ku dengan dia, aku rela.. aku akan lakukan
itu..
Sudahlah
tidak akan ada gunanya meratapi kesedihan.. aku mohon, jagalah dia.. dia wanita
pujaan ku.. dia yang selalu menanti kedatangan pelangi sesaat setelah rintik
hujan turun.. jadikan dia pelangi yang akan menggantikan tugas pelangi
sebelumnya, agar banyak orang yang akan mengenangnya dan tidak akan merasa
kehilangan lagi.
Created By :
Arief Dananto
yang mau COPY tolong sertakan nama SUMBER YA..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar